Dibalik Buku “Celoteh Oza”

Posted on Sep 4, 2017 | No Comments
Dibalik Buku “Celoteh Oza”

Waktu tanggal 21 Februari 2017 lalu atau tepat saat Oza berusia 6 tahun, saya bikin buku “Celoteh Oza” sebagai hadiah buat Oza yang tidak lagi mau merayakan ulang tahunnya :’)

Sebenarnya Celoteh Oza itu adalah celoteh-celoteh harian Oza yang saya coba dokumentasikan. Awalnya iseng saya tulis ulang di cerita Instagram, tapi saking banyaknya saya hanya catat celoteh yang membuat saya jadi ikut mikir menjawabnya. Menjelang ulang tahun ke-6, banyak rencana yang terjadi. Semula Oza ingin ulang tahun ke-6nya ada acara dongeng di rumah, lalu  berubah ingin main bersama teman-teman dekatnya saja, lalu berubah lagi hanya ingin jalan-jalan dan tidak perlu ada pesta ulang tahun. Tampaknya dia berkesan dengan perkataan Ibu gurunya yang mengingatkan harus banyak bersyukur dengan cara berbagi saat usia bertambah :)

Saya agak terharu mendengar perkataan Oza yang mampu menyerap kalimat makna bersyukur dengan cukup baik. Saya pun terpikir untuk berbagi sesuatu yang bermanfaat untuk teman-teman Oza. Kebetulan Oza juga setelah lulus TK B akan berpisah dengan teman-teman dan melanjutkan ke sekolah lain, jadi saya ingin sekali memberikan sesuatu yang berkesan.

Terpikirlah untuk membuat celoteh Oza menjadi sebuah cerita komik. Ini sungguh ide dadakan, tapi terlalu sayang kalau tidak dieksekusi. Lalu saya menghubungi Tiffa,  seorang teman yang berprofesi sebagai ilustrator untuk memesan gambar. Sebenarnya Tiffa sedang dalam penyelesaian pekerjaan lain, tapi mendengar ide tentang buku ini, dia senang dan menyanggupi untuk mengerjakannya. Hanya karena waktunya hanya tinggal 6 minggu menuju 21 Februari, jadi saya terpaksa mengurangi jumlah cerita, supaya Tiffa nggak keteteran hehe..

Oiya, karena Tiffa tinggal di Singapura, jadi segala bentuk brainstorming ide dilakukan melalui melalui whatsapp dan email. Sambil Tiffa mengerjakan komik, saya membuat rangkaian cerita untuk menambah isi buku. Akhirnya malah jadi kepikiran mengemas buku Celoteh Oza ini bukan hanya berisi cerita tapi juga ada do’a-do’a harian yang mudah dihapalkan. Juga sebuah poster hapalan Juz Amma untuk memotivasi anak-anak seusia Oza untuk menghapal surat-surat pendek Al-Qur’an Juz ke-30.  Minggu ke-5 komiknya jadi, yeayy puas deh!

 

Karya Tiffa diambil dari salah satu cerita di buku Celoteh Oza

Karya Tiffa diambil dari salah satu cerita di buku Celoteh Oza

Selesai urusan perkomikan dengan Tiffa, saya langsung olah dan mengontak mas Alphy, teman saya yang berprofesi sebagai layouter buku. Dan beruntung sekali teman-teman saya ini ‘tukang sulap’ semua, hahaa.. Komik jadi dalam 4 mingu, layout buku dikerjakan dalam 2 hari dan proses cetak hanya 3 hari. Padahal dalam waktu normal, semua itu paling tidak membutuhkan waktu minimal 2-3 bulan. Luar biasa deh teman-teman ini! Terima kasih Tiffa dan mas Alphy :’)

Buku Celoteh Oza dan Poster Hapalan Juz Amma hanya cetak 100 buah, lalu dibagikan kepada teman-teman dan guru di sekolah, kerabat dan keluarga. Saya senang sekali mendapat respon dan apresiasi yang baik dan banyak yang bercerita anak-anak sangat termotivasi menempel stiker poster. Lalu banyak yang tanya apakah bukunya bisa dibeli? pertanyaan yang sama banyak bermunculan saat saya posting di Instagram. Sampai akhirnya, berkat modal dari suami tercintah, saya memutuskan untuk melakukan print on demand =D. 

Waktu itu cuma posting di Instagram saja, bagi yang tertarik punya buku ini bisa melakukan pre-order buku #CelotehOza melalui email. Dan saya tidak menyangka akan antusiasme dan respon teman-teman di sosmed. Biasanya antar sesama ibu saling memberi rekomendasi dan jadilah word of mouth. Akhirnya buku #CelotehOza jadilah dijual mandiri. Sampai saat ini setiap hari masih ada yang pesan melalui email, terharu deh.. terima kasih ya apresiasinya :’)

 

Blog5

Oiya, sejak buku Celoteh Oza dijual di sosmed, saya banyak mendapat pertanyaan dari email seputar buku maupun seputar pengasuhan anak. Salah satunya waktu itu dari situs www.smartmamas.com. Hmm.. soal pengasuhan, saya yakin setiap keluarga punya kunci dan cara tersendiri dalam pola pengasuhannya.  Saya hanya berbagi sedikit cerita apa yang kami lakukan di rumah. Saya tulis ulang di sini ya beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan :)

Q : Apa pertimbangan untuk hanya memilih 8 pertanyaan untuk dituliskan dalam buku ini?

A : Sebenarnya tadinya mau membuat komik sekitar 15-20 celoteh, tapi karena terkait waktu pengerjaan yang mepet, jadilah hanya 8 yang berhasil dijadikan komik. Pertanyaan yang dibuatkan komik itu sebenarnya pertanyaan-pertanyaan sederhana yang menggelitik. Yang membuat saya dan suami sebagai orangtua seperti diseret lagi untuk belajar lagi tentang Allah, Sang Maha Pencipta dan mengkaji lagi Al-Qur’an dan membuka lagi sejarah islam, agama kami.

 

Q : Berkaitan dengan pola pengasuhan anak, apa saja cara yang dilakukan oleh Mbak Adenita & suami untuk mengajarkan konsep agama kepada Oza sejak usia dini?

A :  Kami tidak pernah memisahkan antara urusan pendidikan, pengasuhan, kehidupan lainnya dengan urusan agama kami, Islam. Semua itu merupakan sebuah kesatuan. Islam itu adalah cara hidup kami. Jadi setiap aktivitas, baik yang sifatnya mendidik atau kegiatan sehari-hari semua berlandaskan agama dan sesuai tuntunan agama islam yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan meneladani semua itu, itulah cara kami mengajarkan konsep agama kepada Oza.

 

Q : Bagaimana Mbak Adenita menjelaskan konsep Tuhan kepada Oza dalam kehidupan sehari – hari?

A :  Saya dan suami merasa sangat terfasilitasi dengan pertanyaan-pertanyaan Oza tentang Tuhan. Itu membuat kami merasa diajak melalui proses belajar mengenal Tuhan lebih dekat. Karena akan sulit memperkenalkan Tuhan kepada orang lain kalau kita sendiri tidak mengenal Tuhan kita dengan baik.

Anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang begiu tinggi. Kami memperkenalkan Allah kepada Oza melalui kebesaran-kebesaran ciptaan-Nya di langit dan di bumi, termasuk seluruh makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Melalui cerita Kebesaran Tuhan itu, kami menunda menceritakan tentang adzab dan siksa atas larangan-Nya. Kami lebih mendahulukan memperkenalkan kasih sayang Allah melalui orang-orang yang menyayangi Oza. Betapa Allah Maha Pemberi Rezeki dan diwujudkan dalam proses bersyukur atas segala rezeki terbaik yang kami miliki.

Dengan demikian, kami membangun ‘believe system’ bahwa tidak ada sesuatu yang lebih besar daripada Tuhan Yang Maha Pencipta dan hanya boleh menggantungkan harapan kepada-Nya. Juga segala rezeki yang dimiliki saat ini semua bersumber dari pemberian dan kasih sayang Allah.

Terdengar serius ya? Tapi pelaksanaan nggak seserius itu koq, karena semua dilakukan sesuai porsi dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti Oza. Bagi kami, konsep ini begitu penting dalam usia dini, saat anak menyerap segalanya dengan baik. Jika sudah tertanam kuat konsep Tuhan dalam dirinya sejak kecil, maka ini akan menjadi jembatan besar dan kemudahan untuk kami menjelaskan hal lainnya saat ia tumbuh semakin besar =)

 

 Q : Ada rencana lebih lanjut mengenai penerbitan buku ini dalam skala besar atau yang lain?

A : Beberapa teman memang banyak yang menyarankan untuk diterbitkan dalam skala besar. Tapi sejauh ini saya merasa ini memang  buku ‘edisi goodie bag’ ulang tahun Oza, pelipur lara saya saat saya belum bisa menghasilkan karya baru haha.. Tapi kalau memang ada penerbit yang tertarik dan membuat buku ini bisa menyebarkan manfaat lebih banyak, kenapa tidak? =)

 

 

Terima kasih hadiah kaosnya, om Alphy! :)

Terima kasih hadiah kaosnya, om Alphy! :)

Terima kasih atas apresiasi dari teman-teman yang telah membeli buku Celoteh Oza. Jika berminat memiliki buku ini, silakan email saya di miss.adenita@gmail.com dengan subject: Order Buku Celoteh Oza lalu tunggu balasannya ya =)

 

 

 

 

 

Leave a Reply