Menikmati Udara Cisarua

Posted on Apr 9, 2017 | No Comments
Menikmati Udara Cisarua

Ada yang spesial waktu ke Taman Safari bulan Januari lalu. Bukan karena Taman Safari sekarang lebih bagus, rapi dan jadi ada Kanggurunya, bukan juga karena perginya di awal tahun 2017. Terus spesial karena perginya pas liburan sekolah? jawaban klasiknya sih iya. Dan yang lebih spesial lagi karena itulah pertama kalinya perjalanan ke Taman Safari nggak pulang pergi, jarang-jarang nih! =))

puncak1

 

Pic2

Biasanya menuju Taman Safari  itu menempuh rute Jakarta-Cisarura-Jakarta. Pergi sepagi mungkin sebelum kena buka tutup jalanan Puncak dan sampai sana harus rusuh mengejar waktu perjalanan pulang. Belum lagi menyiapkan stamina buat menyetir jauh. Eh, jauhnya sih nggak seberapa ya, tapi macetnya itu loh yang bisa bikin ngabisin kue moci 5 keranjang.. haha

Alhamdulillah, perjalanan kali ini saya sudah mulai bisa diberdayakan jadi sopir AKAP, jadilah kalau Agung capek bisa gantian nyetir. Dan sudah 2 tahun terakhir Agung selalu menghabiskan cuti akhir tahun dan dibablaskan ke awal tahun. Jadi pas hari ulang tahunnya tanggal 3 Januari, kami memang bisa liburan bersama tanpa harus pakai jatah cuti di tahun yang baru.

Kali ini yang bikin saya sangat menikmati ke taman safari adalah karena pulangnya kami akan nginep di puncak! Whoaaaa.. ide menginap ini dalam rangka ulang tahunnya Agung plus memang masih libur sekolah Oza. Biasanya ya, paling sering baca berita tahun baru puncak macet, perayaan tahun baru di puncak, vila di puncak penuh menjelang tahun baru dan sejumlah berita yang bikin nggak tertarik buat jalan-jalan ke puncak di tahun baru. Tapi Alhamdulillahnya, saya berangkat di tanggal 2 Januari di mana segala pesta baru saja usai, jalanan lancar, tapi hawa liburan tahun baru masih terasa. Dan kayanya ini pertama kalinya deh tahun baruan nginep di puncak, norak yaa hahaha..

saf2

Vila di Puncak itu buanyaaaak banget! Mau dari Vila yang super mewah sampai yang biasa banget bahkan vila’ remang-remang’ ada. Ih, jangan sampai deh salah pilih Vila ya.. secara bawa anak dan keluarga, harus memastikan banget tempatnya bersih, aman dan nyaman.

Buat saya yang kena udara dingin aja sudah bikin bahagia, saya nggak butuh vila dengan fasilitas super. Sesuai makna kata Vila di Kamus Besar Bahasa Indonesia (Ih, anaknya akrab banget sama kamus :P) Vila itu rumah  di luar kota  yang digunakan untuk peristirahatan kala liburan (biasanya dekat pantai atau pegunungan). Jadi saya pun cuma perlu tempat menginap yang tenang, bersih dan nyaman itu syarat utama. Nggak butuh fasilitas yang aneh-aneh, bahkan nggak perlu juga ada kolam renang karena yakin banget dengan udara puncak yang bawaannya pengin kemulan, males banget buat berenang, haha..

Nah, kebetulan banget ada seorang teman baik saya yang punya usaha Vila di puncak.  Secara saya paling senang mendukung teman-teman yang usaha, jadi tanpa pikir panjang, langsung deh pilihan jatuh menginap di D’ Oasis Mountain Resort ini. Apalagi geng perkumpulan ibu-ibu tukang jajan juga habis menginap dari sini seminggu sebelumnya. Dan seru banget mendengar cerita kumpul-kumpul mereka bareng keluarga di sini.

Vilanya itu di Jl. raya Puncak KM 88, Kampung Ciburial Baru, Jeruk, Cisarua.  Kalau lewat jalan utama Cisarua, jaraknya sekitar 2 KM dari taman Safari. Tapi karena pas keluar Taman Safari jam 17.30 pas kena buka tutup jalan, akhirnya kami pakai jalan alternatif lewat jalan dalam yang ternyata jalur sepedahannya Agung waktu ke Puncak beberapa waktu lalu. Mampir-mampir beli tahu, susu, shalat dan sambil melipir jajanan lainnya, akhirnya sampai sana sekitar jam 19.30.

pic56

Letaknya agak masuk tapi mudah ditemukan dengan google map. Baru tahu ternyata di area dalam banyak sekali vila-vila yang punya keunggulan masing-masing. Setelah melewati perumahan Arab yang sudah berbaur jadi warga Puncak, akhirnya sampai juga di Vila D’Oasis Mountain Resort, yeay! Begitu sampai, langsung disambut sama mas Sain, empunya Vila yang kebetulan sedang ada di sana. Ternyata mas Sain baru saja melepas tamu-tamu rombongan pulang, jadi pas kami datang malah seperti tamu private, wah! Dalam temaramnya lampu, saya bisa lihat kebersihan dan kerapian vila ini, juga rasa nyaman tanpa banyak syarat buat istirahat.

Bangunan vilanya klasik, karakter bangunanya seperti rumah jaman Belanda yang kokoh, sederhana tapi tetap artistik. Dipadu dengan ornamen batu dan penggunaan warna putih warna putih sebagai warna dominan eksteriornya, ciri khas klasik Belanda yang kuat. Vilanya terbagi dua bagian, khusus menginap orang lokal Indonesia dan satu area vila di sebelahnya khusus warga Arab. Dan Kejutannya, kami malah dipilihkan Vila Ghardaia, vila yang paling besar dengan 3 kamar dan konon paling favorit karena letaknya tepat di depan kolam renang. Sudah tahulah ya kalau seperti ini yang jingkrak-jingkraknya siapa! Dan karena ekspektasi penginapan saya kemarin niatnya mau tidur enak aja, nggak ada deh tuh yang namanya bawa baju renang, hahahaha.. payah deh yah, kurang jelas nih nanyanya. Ketauan banget bawaannya pengin leyeh-leyeh. Jadi pas tahu ada kolam renang, ini sih melebihi ekspektasi.

P1

Semua kamar di Vila ini dilengkapi kamar mandi dan air hangatnya. Penting banget ini air hangat demi tetap bisa mandi di udara yang males kena air ini, hahaha.. Satu living room dengan tv kabel, dapur dan peralatan masak standar buat bikin kopi, teh dan goreng-goreng cantik. Ada satu lemari es juga, jadi segala jenis minuman Cimory dan buah-buahan yang saya beli di sepanjang jalan Cisarua langsung deh masuk situ. Ada tempat barbequan juga kalau mau bakar-bakar jagung sambil menghangatkan badan. Satu lagi yang melebihi ekspektasi saya adalah wifi! Asli deh, tadi saya sudah pasrah nggak akan dapet sinyal bagus di sini, lah ternyata hari itu koneksi internetnya sedang ditambah kecepatannya dan wuzzzzz… buat yang lagi ada di gunung, itu koneksinya cepat banget! Terbukti lagi download apps terbaru, meleng dikit langsung berhasil..ihiiiy!

p2

Pemandangan pagi hari pas buka jendela kamar

Malam itu karena lelah, saya belum sempat jalan-jalan berkeliling, langsung deh cari makan malam. Dan memang lagi kangen makanan timur tengah, jadi pas ditawarin makan malam menu Arab langsung ngangguk. Dan ini restonya bukan arab-araban, tapi memang resto menu Arab beneran, dari mulai menu, bumbu dan cara penyajian. Di resto beneran berasa di Jeddah deh, kanan kiri pada ngomong Arab, Tayangan TV juga berita seputar Madinah-Mekah, waktu mau bayar juga dikasih tahu bisa bayar pake mata uang Real. Selama ini saya cuma suka dengar cerita saja tentang suasana puncak yang didominasi oleh Arab dan keturunannya. Konon warga Arab banyak yang menikah (beneran) dengan perempuan-perempuan di Cisarua sini. Lalu mereka menetap dan membuka banyak usaha di sana mulai dari penginapan hingga kuliner.

Oke, kita cukupkan soal membahas asimilasi budaya Arab di  Puncak, nanti saya akan bahas dalam bab kajian Harmonisasi Komunikasi antar budaya Indonesia – Arab dalam membangun peluang usaha di wilayah puncak dan sekitarnya, hahaha .. mulai ngelantur deh..

Selesai makan langsung balik ke Villa dan menikmati sisa malam dengan kondisi semua cepat tertidur dengan lelap. Kelelapan ini terlihat dari indikasi nggak ada yang mengigau, haha..

Gunung di depan mata.Hirup oksigen segar semena-mena

Gunung di depan mata.Hirup oksigen segar semena-mena

Sementara saya galau banget, antara mau ikutan tidur atau menikmati suasana me time. Akhirnya saya memilih buat menikmati momen spesial ini di di living room. Duduk sendiri, balas-balas whatsapp yang belum terjawab, buka sosmed secukupnya saja karena nggak mau terganggu dengan dunia luar sana, baca selembar dua lembar buku yang saya bawa dan bahkan sempat buka laptop buat mau menulis blog. Sempat niat aja sih, karena eksekusinya saya malah blog walking. Buka laptop di tengah udara sejuk sambil duduk selimutan, baca inspirasi dari aneka blog yang sudah lama nggak dikunjungi, nggak ada yang ganggu, duh ya kemewahan yang langka saat ada di Jakarta. Suka banget deh malam itu, kebayang saya bisa sering punya momen seperti itu di sini buat menulis buku. Harapan yang tercipta saat setengah ngantuk dan akhirnya bergabung buat kruntelan bareng jam 00.30 =))

Paginya saya bangun segarrrrrr banget! Begitu buka pintu dan jendela langsung merawakan kemewahan dan kesegaraan udara Puncak. Tengok kanan tampak gunung yang masih diselimuti kabut. Saat Oza masih tidur dan Agung memilih tidur lagi, saya memilih buat jalan-jalan ke lingkungan sekitar dan jalan kaki sambil beli sarapan. Jalan kaki yang kemudian saya lanjutkan dengan naik ojek karena mikir takut kehabisan energi kalo jalan kejauhan jiahaha..Saya balik menenteng roti arab yang saya beli di sebuah kedai roti Tamis yang laris manis. Masa belum jam 7 rotinya sudah habis, lah jadi harus beli sarapan jam berapa? :D Terus sempat mampir juga pasar Cisarua beli kue ulang tahun seadanya cuma buat seru-seruan bareng bocah aja :D

Kue pasar Cisarua buat yang ulang tahun =D

Kue pasar Cisarua buat yang ulang tahun =D

Oh, Roti Tamis dibuat dari tepung gandum yang diadoni dan dibuat tipis, kemudian dibakar di dalam tungku tanah. Disantap dengan bumbu kacang yang dinamakan Ful, kacang merah yang dihaluskan dan menjadi semacam bubur kental terus ditaburi sedikit bubuk kamon (sejenis jintan) dan garam serta dibubuhi juga acar tomat dengan minyak zaitun. Timur tengah pisan!

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Begitu selesai sarapan, akhirnya kami berniat buat jalan-jalan ke curug  Kembar Batu Layang yang letaknya dekat Vila. Semula mau panggil kuda buat oza, tapi koq kuda yang tadi pagi sliweran di sana malah nggak ada yang lewat lagi. Senang banget menikmati perjalanan menuju curug. Sejauh mata memandang cuma pemandangan hijau yang tampak, wajah-wajah penduduk kampung steempat yang ramah dan gemar menyapa. Obrolan di sepanjang jalan yang menyenangkan hati, sambil memperkenalkan alam sekitar kepada Oza. Dan sampai di Curug langsung main di sungai yang airnya jernih dan segar banget! Sebenarnya diajakin ke Curug yang lebih besar dan terkenal di Cisarua, Curug Cilember. Tapi, rasanya main ke alam bebas terdekat saja sudah senang. Oza bisa main membuat mahkota dari daun, ranting dan bunga-bungaan. Bermain dengan menggunakan apapun yang ada di alam.

Pulang dari Curug baru deh menikmati kolam renang dan akhirnya berkemas buat pulang. Duh, masih betah banget dan rasanya pengin memperpanjang menginap di sini. Mungkin semiggu di sini rasanya aka nada peningkatan produktivitas menulis, ada beberapa lembar naskah yang mati suri bisa dihidupkan kembali, Ada cerita-cerita baru yang bisa diposting  di blog. Ada buku yang bisa selesai dibaca. Dan tentu saja ada jarum timbangan yang akan bergerak semakin ke kanan hahahah

Mas Sain, Empunya vila yang merangkap jadi tour guide =D

Mas Sain, Empunya vila yang merangkap jadi tour guide =D

p9

p10

p12

Kebayang deh bisa menginap di sini bareng keluarga besar dan teman-teman kesayangan. Mau libuan bareng, reuni kangen-kangenan, arisan, kumpul-kumpul bergembira atau sekedar kabur sebentar dari Jakarta di akhir pekan buat menghirup kesegaran suasana di sini. Mau pesan vila buat tinggal rada lama seminggu atau sebulan juga bisa.

Berhubung saya anaknya rumahan banget, rasanya kalau ke sini lagi nggak perlu banyak agenda jalan keluar, cukup istirahat bareng, krucils main dan berenang bersama sepuasnya, ibuk-ibuk dan bapak-bapaknya bisa meningkatkan kualitas waktu dengan ngobrol-ngobrol santai, barbequan. Karena memang sudah disediakan tempat barbeque, buat yang mau small gathering juga ada ruang meeting. Mereka juga punya kafetaria kecil kalau misalnya perlu makanan-makanan kecil buat pertolongan pertama dari rasa lapar.

Nah, kalau beruntung, bisa ketemu langsung sama empunya mas Sain dan Mbak Monik yang merupakan seorang arsitek Landscape. Perempuan insipratif yang tahun lalu menang perempuan wirausaha di Femina, aktivis laktasi jadi kalau mau konsul asi pepet aja selama di sini Hihi..

Senang banget dengan pengalaman awal tahun kemarin, bisa punya momen berkesan buat yang ulang tahun, punya kualitas waktu bareng keluarga, bisa meikmati waktu dan udara Cisaria dengan hati gembira, duh terima kasih buat kebaikannya buat mbak Monik dan Mas Sain yang dari awal datang sampai pulang menemani The Priambodos, terharu deh sama kebaikannya :’)

Klik di sini buat rute D Oasis Mountain Resort dan kalau mau reservasi coba ke nomor+6282114192345 ini atau bisa juga via Agoda, jangan lupa follow instagramnya @d_oasis_mountain_resort. Siapa tahu kapan-kapan mereka bikin quiz buat weekend getaway, lumayan  kan? Dan kalau ada quiz ini kayanya saya akan ikutan dong ah demi bisa balik lagi ke sini haha

Solanya memang sudah niat kalau suatu hari balik lagi menginap di sini, paginya saya mau lihat wisata olahraga Paralayang. Dan sebagai anak pasar, saya mau jajan bubur Cianjur, terus sisanya duduk leyeh-leyeh di pinggir kolam aja buat baca novel sambil menikmati jauh dari keriuhan ibukota. Manis ya rencananya? padahal yakin itu duduk nyender dikit saya pasti ketiduran hahaha…

Jangan lupa simpan kontaknya buat pesan vila liburan nanti ya? ;)

Pic33

p13

Leave a Reply