Akhir Pekan Pertama di London #Cerita UK (3)

Posted on Feb 26, 2016 | No Comments
Akhir Pekan Pertama di London #Cerita UK (3)

Saya masih ingat, salah satu pertanyaan yang diajukan dalam formulir Shell Let’s Go Trade adalah, jika kamu mengalami kesulitan, siapa orang yang akan kamu hubungi untuk dimintai bantuan? Waktu itu, selain saya menulis beberapa rujukan instansi penting, saya juga menjawab akan mengontak sejumlah teman yang sedang bersekolah di Inggris Raya ini. Mungkin ini salah satu jawaban yang bikin mereka tenang kali ya, paling nggak menunjukkan bahwa ada kontak pribadi kalau-kalau kelak saya tersesat haha..

Dan salah satu kontak pertama yang saya temui adalah Muhammad Ilham, seorang teman saya yang di sebuah pelatihan pengembangan diri di ITB dan saat ini sedang mengambil kuliah program S3 penerbangan di Bedford. Sebenarnya, kalimat tepatnya adalah Ilham yang sengaja menemui saya. Ilham ini orangnya super baik sekali. Tidak banyak bicara,  serius, shaleh, kadang saking pintarnya saya suka minder ngomong apa ya sama dia? haha

Sejak saya menginjakkan kaki di Heathrow, Ilham sudah mengontak untuk memandu saya melakukan hal-hal kecil dan memastikan saya dalam keadaan aman dan sesuai rute. Saya juga sudah lapor kondisi tempat tinggal saya. Nyaman, tapi cenderung sepi dan agak jauh, sehingga menyebabkan saya harus mengeluarkan uang transport lebih banyak. Di saat yang sama, seorang kenalan baik di Bandung yang juga sedang mengambil program S2 di London, menawarkan untuk saya pindah lokasi dan menawarkan satu kamar di apartemennya yang kebetulan saat itu kosong. Apartemen Kania berada di Camden Street, sangat strategis dan lebih dekat ke pusat kota. Aduh, sayang sekali saya tawaran ini telat, karena saya sudah membayar sewa apartemen ini untuk 2 minggu. Sebenarnya pemilihan tempat ini karena kemarin sebelum berangkat saya sempat kehilangan kontak Kania dan pas tragedi si iphone rusak, runyam sudah komunikasinya. Padahal Kania sangat bisa diandalkan untuk diskusi seputar jalan, tempat dan banyak hal lainnya. Sementara di apartemen tempat saya tinggal saat itu, super sepi! Letaknya di lantai 3. Dari 3 kamar yang  ada, hanya ada 1 orang singapura yang sekilas saya lihat hanya di depan komputer terus. Dua penghuni lainnya, sedang berada di Karaci dan Paris.  Nguk!

Tapi singkat cerita, setelah mempertimbangkan dan bertanya sana-sini, akhirnya saya memutuskan akan pindah ke apartemen Kania di Camden Street di minggu kedua. Sabtu pagi, Ilham datang ke London dari Bedford dengan menggunakan kereta paling pagi. Bedford – London itu jaraknya sekitar 74 km. Kira-kira seperti dari Jakarta ke Purwakarta. Kedatangan Ilham, ceritanya selain untuk menyambut saya atas perjalanan bersejarah ini, juga akan mengajarkan saya menggunakan bis, rute tube, dan aneka informasi penting lainnya yang harus saya tahu.

Hari itu, sekalian jalan-jalan, rencananya saya mau survey dulu ke apartemennya Kania, tapi yang ada malah langsung nyicil bawain koper besar. Katanya, supaya nanti saya nggak repot naik tubenya, haha paling tahu, deh! Yang jelas, merasa takjub sendiri melihat kami berdua jalan sambil ngobrol santai menuju stasiun tube terdekat. Teringat biasanya kami suka jalan begitu di trotoar di jalan Gelap nyawang. Dua momen yang berbeda, tapi posisi saya tetap sama. Sama-sama suka ngerepotin orang. Terbukti, Ilham yang menggeret-geret koper jumbo saya ini *Tutup muka. Aduh, meski Ilham yang mau, tapi semoga saya nggak durhaka ya nyuruh-nyuruh calon Doktor ngangkutin koper nan berat dan berjarak jauh =))

20150808_121227

20150808_104303

Bangga liat jepretan orang Indonesia dipajang di Tube station :D

Bangga liat jepretan orang Indonesia dipajang di Tube station :D

Camden Street

Camden Street

 

Selesai urusan di apartemen Kania di Camden, ternyata masih siang. Ilham menawarkan untuk mengantar saya jalan-jalan ke pusat kota London. Sejujurnya, saya masih bengong-bengong dongo waktu disuruh pilih tujuan wisata yang mau saya datangi. Akhirnya saya memilih ikut saran Ilham saja. Berhubung itu hari Sabtu, jadi suasana kota London sore itu ramai sekali. Walaupun katanya summer, tapi koq ya saya masih merasa dingin. Jadi, terserah orang bilang apa, saya tetap pakai mantel yang saya bawa, haha ndeso deh =))

 Akhirnya diputuskan ke arah Trafalgar Square, karena di sekitar sana banyak tempat yang bisa dikunjungi, termasuk National Gallery. Harusnya kami naik bis 2 kali, tapi Ilham sengaja mengajak saya naik 1 kali dan berjalan kaki melewati Leicester Square, kawasan belanja dan hiburan yang hari itu ramai luar biasa. Banyak street art yang menarik dan menghibur.

20150808_175352

20150808_165949

20150808_16144520150808_174916

Belum puas menikmati National Gallery, sayangnya museumnya sudah harus tutup. Nggak kerasa, karena jam 5 sore masih terang sekali. Ilham akhirnya mengajak saya berjalan sedikit lagi menuju sebuah tempat yang paling fenomenal, ke kawasan Westminster, tempat Big Ben berada, Wow! Asli, ini sesungguhnya nggak seniat ini langsung jalan-jalan menyapu arah mata angin. Apalagi saat itu sudah sore dan tampang saya sudah kucel. Niat semula, kalau sampai depan Big Ben mau foto-foto cantik. Sore itu, bablas dan buyar sudah niat foto cantiknya. Saya lupa dan terpesona sekali dengan pemandangan sore yang indah itu. Bahkan ingat pakai lipstik pun nggak, pokoknya foto seada-adanya. Dasar ya, pergi sama cowok itu beda banget deh, nggak akan peduli sama begini-beginian. Mereka cuma fokus pada momen dan lokasi haha.. tapi yang pasti sore itu, saya langsung mengabadikan sebuah momen dengan hasil jepretan yang kira-kiranya pesannya, ‘Adenita was here’ =))

20150808_181601

20150808_181717

20150808_182620

Masih ingin sekali menikmati cantiknya kawasan Westminster, tapi Ilham harus mengejar kereta paling akhir ke Bedford. Jadi kami berpisah dan besok Ilham akan datang lagi ke London buat ikut event lari bersama di Victoria Park. Ups, semula niatnya lari bersama, saya semangat 45 mau daftar sebagai peserta. Ternyata pas dibaca lagi, pesertanya hanya khusus laki-laki. Si Ilham yang sudah daftar merasa ditipu oleh saya hahaha.. kacau deh nih! Tapi pada akhirnya, Ilham berterima kasih karena itu pertama kalinya dia ikut race 5K, meski tanpa latihan! *dicekek medali =D

Oiya, event lari amal ini diikuti oleh keluarga muslim se-Inggris raya. Senang deh ketemu banyak komunitas muslim yang baik-baik. Saya nggak sengaja ketemu dengan mbak Olga, orang Indonesia yang sudah alam menetap di sana. Tiba-tiba dia membelikan saya minuman dingin dan kami terlibat obrolan hangat. Dia lalu mengajak saya untuk datang pengajian PPI UK di kawasan Southfields. Semula saya nggak mau datang karena tidak ada dalam rencana dan agak jauh, tapi ternyata belakangan saya tahu bahwa di sana ada mbak Dewi, orang yang masuk dalam daftar panjang orang yang mau saya temui di UK.   Waktu saya ajak Ilham, ternyata dia tertarik untuk bertemu dengan teman-teman PPI muslim UK, alhamdulillah jadi diringankan langkah ikut kajian di UK.

Yang jelas, akhir pekan pertama aktivitasnya jadi beragam banget. Jalan-jalan sekalian silaturahim, olahraga sekalian beramal. Akhir pekan pertama juga langsung jatuh cinta pada pedestrian dan taman-taman yang luas nan indah. Di sini kemana-mana harus mau jalan kaki, suka banget deh! Ilham sudah kembali ke Bedford. Saya berjanji akan mengunjungi ‘desa’ tempat Ilham belajar itu setelah urusan saya kelar di London. Dua minggu awal, urusan saya adalah menunaikan tugas melakukan pengamatan industri baju menyusui, baju hamil, dan industri terkait. Seperti apa? lanjut lagi besok ya! =)

(Bersambung)

20150809_152337

Bersama keluarga muslim PPI UK. Alhamdulillah, nambah teman baru =)

Bersama keluarga muslim PPI UK. Alhamdulillah, nambah teman baru =)

20150809_092638

Jogging on Sunday Morning

20150809_093328

Leave a Reply