Mendarat di Heathrow! #CeritaUK (2)

Posted on Feb 17, 2016 | No Comments
Mendarat di Heathrow! #CeritaUK (2)

Welcome to Heathrow!
Langit pagi yang cerah seperti sedang tersenyum menyambut saya. Penerbangan hampir 19 jam melelahkan, tapi dari Abu Dhabi ke LHR mengggunakan pesawat Airbus Industrie A380-800 JET yang tingkat kenyamanannya membuat saya seperti dalam buaian awan. Tidak terasa ada goncangan, lepas landas dan mendarat dengan sangat lembut.

Tidak seperti para penumpang lain yang tergesa, saya berjalan perlahan keluar pesawat dan menyampaikan terima kasih kepada kru Aircraft yang begitu baik pelayanannya. Saya juga menggeret koper dengan lambat sambil menikmati setiap jengkal bandara Heathrow. Lapor imigrasi yang super ketat tapi disambut ramah petugasnya dan bahkan dalam sepersekian menit sempat diajari bicara logat inggris haha

Setelah urusan bagasi kelar, saya langsung menatap 2 koper besar saya dan 1 gembolan. Hal pertama adalah membeli kartu seluler di dalam mesin otomatis. Awalnya Saya sempat membeli Lebara lalu kemudian membeli Three dan akhirnya ada drama ponsel yang malah membuat saya mencoba semua kartu. Dan dalam kasus saya, paling bagus adalah provider Lyca!


20150807_085308

Dari awal Agung sudah mengingatkan, di negeri orang urus semua keperluan sendiri, jangan bergantung pada bantuan orang lain kecuali memang emergency. Lalu, sebisa mungkin lupakan naik taksi kalau tidak perlu-perlu amat. Semula memang saya mau naik Tube langsung, tapi tampaknya masih agak sulit untuk pertama kalinya dengan bawaan sebanyak ini. Jadi akhirnya saya memilih naik taksi. Tapi begitu bertanya, harganya bikin saya mules.. 120£!

Teman saya akhirnya menyarankan order taksi via telpon. Beruntung setelah Googling saya nyangkut dengan sebuah taksi yang tarifnya bersahabat. Harga estimasinya 58£. setengah harga dari tawaran sebelumnya, lumayan jadi setengah harga!

Ini dia taksi pertama saya yang agak mirip Uber (belakangan saya baru tahu bahwa Uber memang ada di sini, dan harganya jauh lebih murah lagi). Dari Heathrow, saya menuju ke daerah Mile End di barat London. Sepanjang jalan mata saya menikmati sekali pemandangan baru ini. Suasana pagi yang masih segar tapi jam 10 pagi aktivitas belum ramai. Cahaya mataharinya muncul dengan terang tapi anginnya dingin, mirip cuaca di Lembang, Bandung.

20150807_120837

Oiya, selama di London saya menyewa sebuah flat untuk tinggal. Biayanya bisa lebih hemat daripada saya menginap di hotel, miriplah dengan harga Air BnB. Berkat bantuan teman-teman yang sedang sekolah di Inggris, infonya bisa saya dapat dengan mudah. (Terima kasih bantuannya Mbak Jessti dan Mas Adi!).

Setelah menempuh hampir 1 jam perjalanan dan masih terpana dengan pemandangan jalan yang saya lalui, akhirnya saya sampai di Mile End. Dalam perjalanan, sempat melewati pom bensin Shell, aduh rasanya haru sekali melihat Shell di sini. Ketika lewat, saya terseyum dan seperti ingin membungkukkan badan, mengucapkan terima kasih sudah membawa saya sampai ke sini :’)

Mile End itu ternyata adalah kawasan Mahasiswa, persis di seberang flat saya adalah Queen Marry University. Di bawah flat saya adalah minimarket Sainsburry yang kalau di Jakarta itu mirip kaya Alfamart, tapi isinya lebih variatif. Mulai dari fresh salad, sampai fresh croissant yang kalau lagi dipanggang harumnya sampai ke pinggir jalan, juga ada.

Karena hari masih siang, saya manfaatkan buat jalan keluar sambil melihat keadaan sekitar. Suka sekali dengan udara sore dan aktivitas yang sore itu saya lihat, orang pulang kantor, anak-anak kampus bubaran, ibu-ibu mendorong stroller, dan para pelari yang asik banget menikmati larinya sambil mendengarkan ear phone. Alhamdulillah, tempat tinggal saya  dekat dengan kawasan restoran berlabel Halal. Tanpa pikir panjang hari pertama makan malam saya adalah chicken Bryani yang ternyata porsinya bisa buat dua kali makan! *bungkus tupperware =D

20150807_121407

20150807_114822

Wuih, walau di London, pom bensinnya sama ;)

20150808_103956

Walau sudah diwanti-wanti Agung kalau jangan tidur sore-sore, ternyata tubuh saya nggak bisa dibohongi. Jam 7 malam yang masih terang benderang tiba-tiba saya didera rasa kantuk luar biasa dan langsung tak sadarkan diri di atas kasur. Alhasil tengah malam saya kebangun dan nggak bisa tidur sampai subuh. Yak oke, ini namanya jet lag! Dan ini berlangsung terus seminggu pertama dan bikin badannya jadi cepat lelah, haha payah deh nih ndesonya mulai keluar =D

Oiya, hari pertama itu saya langsung mengecek ulang semua tujuan saya. Kania, seorang teman yang juga sedang sekolah di sini sangat membantu memberi tips dan arahan. Saya mengunduh aplikasi CityMapper buat Londoners yang bisa langsung memasuklan tujuan dan bisa langsung memberi estimasi waktu tempuh dan alternatif moda transportasi menuju ke sana, canggih!

Saya tiba di hari Jumat, cocok sekali buat istirahat dan membuat saya bisa beradaptasi dulu sebelum bertualang dengan agenda kerja di Hari Senin. Terus akhir pekan saya di isi apa? Besok lanjutannya ya! =)

Emeno Goes to UK-1 (1)

Leave a Reply