Kekuatan Senam Hamil

Posted on Oct 17, 2011 | 22 Comments

Niat cerita tentang senam hamil ini baru sempat terealisasikan sekarang. Tulisan ini saya dedikasikan untuk Bidan Tetty , bidan yang penuh dedikasi dalam mengkampanyekan ASI =)

***

“Udah nggak usah senam hamil, nggak ngaruh.. Nanti pas ngelahirin boro-boro inget, yang ada panik dan lupa semua deh tuh !”
Begitulah komentar yang seringkali saya dengar tentang senam hamil dari para mama yang sudah berpengalaman melahirkan dan ikut senam hamil. Mendengarnya saya hanya tertawa dan membayangkan saya akan mengalami  kepanikan diruang bersalin saat meregang nyawa untuk melahirkan seorang anak nanti

Waktu itu kehamilan saya masih menginjak 13 minggu, belum terasa hal yang aneh-aneh. Ketika menginjak bulan 25 minggu, saya mulai merasa banyak sekali keluhan, mulai dari betis yang pegal-pegal, kram kaki, sakit punggung, nafas yang mulai terasa pendek dan keluhan-keluhan lainnya layaknya perempuan hamil lainnya. Salah satu solusinya memang harus banyak olahraga. Karena saya suka sekali renang, maka renang menjadi olahraga andalan saya sebelum akhirnya saya bisa ikut  senam hamil.

Setelah googling sana sini dan baca-baca pengalaman orang lain di theurbanmama, saya memutuskan untuk senam hamil di Rumah SakitKemang Medical Care. Selain karena cukup  dekat dengan rumah, saya merasa mendapat banyak keuntungan karena fasilitas dan tempat yang nyaman dengan biaya senam hamil yang hampir sama ditempat lain, bahkan ada yang lebih mahal.

Sehat Berkat Senam Hamil

Saya masih ingat, pertama kali senam hamil saat usia kehamilan menginjak 27 minggu. Dikelas itu saya yang paling muda usia kehamilannya Seorang instruktur senam hamil pagi itu adalah seorang bidan, bernama  Tetty . Cantik. Segar, Ramah dan sangat informatif. Bidan Tetty terlihat menguasai sekali soal kehamilan dan proses persalinan, mulai dari rasa sakit yang dialami si bumil, cara mengetahui kontraksi palsu , ciri-ciri kontraksi, seputar mitos kehamilan yang dipatahkan dengan alasan logis dan ilmiah, dan banyak hal lainnya. Ia juga seorang bidan yang pro ASI. Semua terlihat jelas dari jawaban dan penjelasannya di setiap sesi tanya jawab.
Ternyata senam hamil saya berbeda dari cerita teman-teman yang katanya gerakannya cuma stretching dan senam ringan selama 40-60 menit. Senam hamil saya berlangsung dari jam 9 pagi sampai sekitar jam 12 atau jam 1 siang. Terdiri dari 3 sesi. Satu jam pertama adalah presentasi dari dokter dengan topik yang berbeda setiap minggunya. Mulai soal IMD, Kelahiran Normal, Persalinan Cesar, Bayi Kuning, dan topic menarik lainnya untuk calon orangtua baru. Selanjutnya barulah senam hamil dimulai sampai sekitar 60 menit. Sambil istirahat menunggu relaksasi, diselingi sesi tanya jawab . Semua pesan-pesan menjelang persalinan disampaikan disini oleh bidan Tetty dan siapapun boleh bertanya sampai mereka mengangguk puas. Kadang bisa 20-40 menit. Baru kemudian relaksasi yang sering membuat peserta senam hamil tertidur saking nyamannya.

Pelajaran awal yang terpenting yang saya dapat disana adalah Nafas. Nafas akan menjadi kunci utama saat melahirkan. Nafas perut, dada, diafragma dan nafas panting yang digunakan setelah mengejan. Rasanya sepele memang, urusan nafas aja koq susah, batin saya pada awal pertemuan. Tapi ternyata pada saat itu, saya yang sok tau ini malah melakukan kesalahan bernafas. Silakan dicoba melakukan nafas perut. Tarik nafas panjang , perut membesar, buang nafas perut mengempes. Waktu itu, saya malah melakukan sebaliknya. Tarik kempes, buang kembung haha ..

Dalam senam hamil, si calon ayah juga terlibat. Karena dialah salah satu orang yang akan mendampingi saat melahirkan nanti. Jadi ilmunya harus satu frekwensi. Selain juga bisa membantu mengingat berbagai gerakan yang diajarkan disana untuk dilatih dirumah. Rasanya senang sekali melihat para calon ayah mendampingi istrinya ikut senam hamil. Ada beberapa gerakan yang sepertinya memang diciptakan dengan membutuhkan bantuan orang lain. Seperti gerakan dari jongkok ke berdiri dan latihan mengejan. Sepertinya ini salah satu cara juga untuk memperkuat ikatan si calon ayah dan ibu dalam mempersiapkan persalinan.

The memorable music .. ever!

Sepanjang senam para ibu-ibu hamil ini  dibuai dengan musik dari Babbies love collection seri Phill Collins dan musik dari CD Prenatal Baby Learning. Saya sampai semangat membeli CD yang sama supaya bisa diputar dirumah. Dan sesi yang paling saya tunggu adalah relaksasinya, Ketika sedang relaksasi, Ibu dan si bayi didalam perut rasanya diajak relaks, menembus gelombang Teta. Masuk sebuah alam bawah sadar yang indah sekali. Semua peserta diajak untuk mengakses suasana kedamaiannya sendiri. Setiap kali saya sedang relaksasi , saya selalu terbawa ke Ubud, Bali, tempat saya melakukan yoga ditepi sungai waktu bulan dulu. Ingatan itu membuat saya nyaman dan akhirnya tertidur. Deep sleep. Saya merasa tertidur lama sekali, padahal hanya 15 menit. Pulang dari senam hamil selalu segar, ceria, dan saya bahkan si ibu hamil ini bisa diajak menggalang sepuluh ribu langkah di Mal! Haha .. satu hal yang terpenting, semenjak senam hamil, semua keluhan saya berkurang drastis.

 

Percaya Diri Menjelang Persalinan

Hari penting itu tiba. Sudah masuk 40 minggu, saya nggak mules-mules juga. Dokter Nurwansyah,dokter Obgyn saya memutuskan agar saya masuk RS segera. Dokter hanya memberikan toleransi 2 hari, jika tidak mules juga maka terpaksa ‘dibongkar’. Karena sejak awal tidak ada masalah dan mind setting saya akan melahirkan dengan normal, saya tetap percaya diri dan bertahan meminta persalinan normal ditengah opsi cesar yang ada. Pilihan terakhir, Induksi, dan disinilah semua latihan di senam hamil sangat berguna.

Saya mulai di Induksi pada senin (21/2) jam 9 Pagi. Setelah 10 jam, induksi mulai bekerja aktif. Senyum mulai menyusut. Rasa mulas yang luar biasa mulai menyerang bertubi-tubi, datang sepuluh menit sekali secara konstan. Saya terus terngiang pesan bidan Tetty, makan apapun yang bisa mempertahankan atau menambah tenaga untuk mengejan. Nafsu makan lambat laun menghilang dengan rasa sakit yang dahsyat.

Disitulah strategi yang diajarkan bidan Tetty bekerja dengan baik. Ia menganjurkan agar menjelang proses melahirkan, cari manajemen ketenangan sendiri. Setiap orang berbeda-beda, ada orang yang relaks mencium bau teh, kopi, atau makan coklat. Apapun itu, silahkan dipersiapkan menjelang proses persalinan agar tetap tenang dan lancar. Saya dan suami pun pun sudah mempersiapkan hal itu jika dibutuhkan.

 

Menciptakan Manajemen Ketenangan

Pada saat menjelang persalinan, suami saya memberikan stress ball. Bola kecil yang terbuat dari karet itu terus saya genggam ditangan saya. Selain sibuk mengatur handycam untuk dokumentasi, dia juga terus memutar lagu-lagu agar saya merasa nyaman seperti pada saat senam hamil. Diruangan itu, hanya ada kami berdua. Saling menatap untuk memberikan kekuatan. Tentu ini juga sesuatu yang mendebarkan bagi si calon ayah, pengalaman pertama ada diruang persalinan. Tapi kami berdua meminimalisir ketegangan dengan menonton film, cerita-cerita konyol dan dan foto-foto.

Jujur, seharian saya deg-degan, tapi makin beranjak malam keadaan memang makin mendebarkan. Belum lagi keluarga yang menjenguk silih berganti, kadang membuat konsentrasi menipis karena malah memandang raut-raut muka yang bikin saya tambah tegang. Untung suami saya tanggap dan tidak membiarkan ada banyak orang diruangan. Semakin kontraksi saya kuat, semakin sedikit orang didalam dan tinggallah  kami berdua dan para pekerja medis.

“Tarik nafas , Bun.. ” Suami saya terus mengingatkan saya. Stress ball saya genggam kuat sekali setiap ada rasa sakit yang datang. Energi memang terasa menguap cepat tapi perang belum dimulai.  Saya menarik nafas panjang dan melepaskannya perlahan.Satu kekuatan datang. Dan satu persatu drama menjelang persalinan yang pernah saya dengar akhirnya bermunculan. Ketenangan mulai lari berhamburan, badan sudah tidak ada rasa, tornado hebat terasa diperut dan merambat ke sendi-sendi lain. Logika sudah melipir entah kenapa.

Menjelang maghrib, saya tahu tubuh saya butuh tenaga, tapi makanan yang tadi sore tampak menarik diatas nampan itu mendadak seperti makanan basi dan membuat saya tidak nafsu.
“Bun, mau donat ?”

Aha! Saya mengangguk lemah. Lumayanlah segigit dua gigit untuk dikunyah. Ada sekotak donat bertoping oreo, kenari, dan greentea. Donat kesukaan saya yang memang dipersiapkan untuk keadaan’genting’ ini.

“Greentea latte , Bun,?”
Saya mengangguk cepat. Dan kakak saya pun diberdayakan untuk memboyong segelas besar greentea latte andalan saya kedalam ruang persalinan. Setiap kali habis kontraksi hebat dan keleahan, suami saya menyodorkan minuman ini untuk saya teguk. Saya pun merasa ada sebuah aliran kesegaran menjalar ditubuh saya dengan cepat, bahkan lebih cepat dari air dari selang infus ditangan saya.

Gigit donat, kontraksi, meremas stress ball, menyedot greentea latte, tidur, kontraksi lagi.. Aktivitas itu terjadi berulang-ulang hingga akhirnya dokter masuk dan memberitahukan saatnya tiba!. Dan mendadak semua berjalan dengan sangat cepat. Suster dengan sigap mempersiapkan semua kebutuhan proses persalinan. Tv kamar dimatikan. Denting suara alat-alat kedokteran terdengar jelas.  Dokter mengajak saya bercanda. Suara CD dibiarkan tetap mengalun. Handycam sudah On di  samping tempat tidur saya. Saya memandang suami saya, takut.. tapi saya sudah tidak bisa berkata apapun.

“Bismillah Bun.. Saatnya praktekkin senam hamil, pasti bisa ..” Suami saya mengusap punggung saya memberi kekuatan. Dalam kepasrahan Saya menatapnya tajam. Easy to say, hun..  Suami saya tersenyum takut-takut, mungkin takut terjadi penjambakan atau pencakaran seperti cerita para ‘korban’ diruang persalinan.

“Jangan mengejan sebelum saya minta ya ..” Perintah dokter. Suster meminta saya menarik kedua kaki kearah belakang. Tarik nafas panjang, mulut tutup , mata harus tetap terbuka dan mengejan. Semua persis seperti apa yang diajarkan dikelas senam hamil.

“Oke.. Bagus.. Kepala sudah mulai keluar. Tahan sebentar ya ..” Dokter mengomando.
” Nafas perut,Bun.. ” Suami saya berbisik. Saya melakukannya secara otomatis.
“Ya!mengejan sekarang ”

Saya mengulangi proses itu sebanyak dua kali dan rasanya saat itu saya sudah tidak bertenaga lagi, tapi saya terus  melakukan apa yang sudah dilatih selama berminggu-minggu. Tanpa teriakan seperti di film-film, hanya desahan nafas dan asma Allah yang saya ucapkan pelan.Dan akhirnya, saat itulah seorang makhluk kecil berlumuran darah ditaruh sang dokter diatas perut saya ..

“Subhanallah .. ”
“Alhamdulillah .. ”
Saya dan bersuami berkata bersahutan. Dan rasa sakit dan aktivitas diujung sana sudah teralihkan dengan makhluk yang merangkak naik diatas tubuh saya.

Suster Rumah Sakit malam itu memuji saya  ”Hebat Bu, nggak berisik ..padahal biasanya anak pertama suka jerit-jerit” Saya cuma tersenyum. Semua ini berkat simulasi senam hamil oleh sang Bidan. Semua permasalahan dan drama menjelang persalinan memang saya alami, dan saya bersiap mengantisipasinya. Kekuatan senam hamil ternyata luar biasa!

Belakangan saya tahu senam hamil yang dilakukan oleh sang Bidan adalah perpaduan antara Hatha Yoga, Hypnobirth dan pengalamannya sebagai seorang bidan dan ketulusannya mengedukasi asi.

Sampai sekarang, setiap kali saya memutar CD itu, selalu muncul kenangan saat senam hamil dulu. Satu hal yang membuat saya berkesan adalah  setiap kali kelas akan dimulai, sang bidan selalu mengajak semua peserta untuk bersyukur bisa diberi kesempatan merasakan kehamilan, sebuah pengalaman hebat dalam perjalanan seorang perempuan. Dan saya selalu bahagia mengingat momen itu. Persiapannya tentu akan berbeda dan lain cerita kalau saja saya meremehkan peran senam hamil. Apa yang diberikan disenam hamil yang saya ikuti itu, bukan hanya semata melatih kekuatan fisik , tapi juga mental. Mental untuk menanti sebuah momen besar dalam hidup seorang perempuan, sesaat sebelum menjadi ibu :)

22 Comments

  1. deean
    October 19, 2011

    setujuuu…banget. persalinan anak kedua saya jauh, jauuuh lebih tenang dibanding anak pertama. semua berkat persiapan fisik dan mental termasuk yg paling bermanfaat adalah senam hamil.
    anak pertama? jangan ditanya deh. karena sikon yg tdk memungkinkan, saya ga ikut senam hamil, dan proses pembukaan 1 sampe dg 10 saya sudah mirip lady rocker. hehehe….

    Reply
    • adenita
      October 19, 2011

      Hihi..Berarti anak ketiga nanti juga makin siap dengan senam hamil ya , Mba ? =P

      Reply
  2. Puti
    January 4, 2012

    Kausnya peserta senam hamil keren banget sih! Senam hamil sambil kampanye, “United for Education.” Top banget deh Bumilnya!

    Reply
    • adenita
      January 4, 2012

      Haha.. makasih , Put! Aku malah baru nyadar sama ‘kampanye’ si kaos.. beda memang ya kalo mata pengamat pendidikan ;)

      Reply
  3. Mery T
    March 1, 2012

    halo mbak, salam kenal.. makasih sharenya ya mbak, menginspirasi aku loh.. aku lg hamil 4 bulan saat ini.. dan jd semangat untuk ikutan senam hamil.. kebetulan aku jg kontrol di KMC nih..

    aku mau tanya satu hal, itu beli 2 cd lagunya dimana ya? apakah di KMC jg, kl iya dibagian mananya.. aku udah cari2 di internet ndak ketemu :) aku suka lagu2nya phil collins soalnya..

    well all the best ya dgn tugas berikutnya sebagai ibu :D

    Reply
    • adenita
      March 3, 2012

      Halo mba Mery.. wah selamat menikmati masa-masa kehamilan :) CD Phil Collins aku beli di toko CD di PIM 1 lantai 2 Mba, nama tokonya lupa, yang pasti deket eskalator yg deket Metro. Kalo ga salah sebelahnya itu Sizzler deh.. nah kalo CD Baby Prenatal aku beli di Nenenshop depan RS Pondok Indah. Semoga membantu.. sehat terus sampai persalinan nanti ya, Mba :)

      Reply
      • Mery T
        March 6, 2012

        oh iya tau2 toko cd yg sebelah sizzler itu.. kl ga salah namanya bonn.. :)
        nanti beli deh.. btw kl untuk masa kehamilan ini cocok jg ngga sih mba musiknya? apa lbh baik klasik aja?

        Makasih banyak mba do’anya :)

        Reply
  4. mitri
    March 6, 2012

    Assalamualaikum..
    mabaak..
    aku sebenarnya dari anak pertama ke dua ke tiga….(hehehe) dan sekarang hamil sikembar minggu ke 25..pengen banget ikutan senam hamil..
    tapi aku tinggal di tempat yang gak ada fasiitas senam hamilnya…

    Reply
    • adenita
      May 1, 2012

      Wallaikumsalam, Mbak Mitri.. wah sekarang sudah melahirkan dong ya mba.. mudah-mudahan sehat anak ketiganya. Gpp kalo nggak sempat senam hamil, yang penting menyusui dan ASI ekslusif ya mba=)

      Reply
  5. edna
    April 9, 2012

    hai mbak.. waktu ngelahirinnya.. ngelahirinnya di kmc juga ato dimana ya?

    Reply
    • adenita
      May 1, 2012

      Saya waktu lahiran itu di RS Brawijaya, Mbak.. tapi dokter anak dll sekarang di KMC =)

      Reply
  6. Erni
    April 25, 2012

    mba, boleh tau ga kisaran biaya di KMC berapa? mulai kontrol, senam hamil s.d. melahirkan nya? tfs.. :)

    Reply
    • adenita
      May 1, 2012

      Hai Mba Erni, sory baru terbaca komennya.. saya kurang tahu pastinya kalo soal biaya persalinan dll, silakan hubungi aja RS KMC 021-27545454 . Semoga membantu ya mba =)

      Reply
  7. Merdi
    June 14, 2012

    SubhanAllah,,, cerita mbak Adenita sangat menginspirasi saya,,
    saya skrng hamil 4 bulan dan berencana akan ikut senam hamil apabila dokter sudah mengijikan,, saya baca detail dari cerita mbak sungguh sangat amazing,,
    saya jadi semangat mempersiapkan semuanya,, rasa takut akan saya buang jauh2,, dan saya optimis saya bisa melahirkan dengan proses normal,,

    Bismillah ,, semoga saya nanti juga diberi kekuatan seperti mbak Adenita,, Amiinn,,

    salam,,
    Merdi :)

    Reply
    • adenita
      June 18, 2012

      Amiiin.. selamat ya mbak Merdi atas kehamilannya, smeoga sehat dan lancar persalinannya nanti. Semangat ya buat senam hamilnya :)

      Reply
  8. Irna
    July 17, 2012

    Halooo mba.. Terima kasih untuk share pengalaman pribadi yang amat sangat menginspirasi dan mengharukan.. Membuat saya semangat dan ingin mencoba merasakan indah dan nikmatnya perjuangan melahirkan secara normal.. Semoga sehat selalu untuk Mba dan Babynya ya.. Amien

    Reply
    • adenita
      July 22, 2012

      Sama-sama mba Irna, mudah-mudahan diberikan kekuatan untuk melahirkan dengan normal ya.. yang penting sehat buat ibu dan bayinya, mbak .. thanks sudah mampir ke blog saya =)

      Reply
  9. hanana fajar
    October 1, 2012

    Wah ceritanya mba ttg senam hamil bikin pengen cepat2 ngelakuin nih, tp aku msh 4 bulan mba..he mungkin nanti kali ya di minggu ke 25 mulainya..kebetulan aku dr pertama cek kehamilan sampe skrg di KMC mba, dengan dr. Diah:)

    Reply
    • adenita
      October 3, 2012

      Yeaaay! 4 bulan lagi asik2nya tuh ,Mbak .. semoga lancar persalinannya ya , Mbak.. thanks sudah mampir kesini :)

      Reply
  10. Riana
    May 29, 2013

    Maaf mau tanya dimana ya ya saya bisa beli CD” seperti yang mb punya itu?

    Reply
    • adenita
      June 3, 2013

      Beli CDnya waktu itu di toko CD PIM 1 lantai 2 mbak, nama tokonya lupa.. atau aku pernah lihat di Nenen Baby Sjop sebrang RSPI. Semoga lancar persalinan anak keudnya ya, Mbak :)

      Reply
  11. adenita
    July 2, 2012

    Aku waktu lahiran di Brawijaya, Mbak.. karena dr. Nurwansyah di KMC cuma kalo urgent aja waktu itu.. iya sayang banget dia nggak ada di KMC lagi , prakteknya cuma di ASih sama Brawijaya aja :)

    Reply

Leave a Reply