» Archive for June, 2011

Perlu + Bisa = Luar Biasa

Malam ini saya rasanya dihinggapi banyak keinginan. Keinginan untuk melakukan ini dan itu. Keinginan untuk belajar a dan z. Keinginan untuk mewujudkan mimpi dan ambisi.

Keinginan memang tidak ada batasnya. Selalu bertambah setiap kali kita baru saja menyelesaikan yang lainnya. Kadang saking banyaknya kemauan malah kehabisan waktu untuk mikir yang nggak perlu. Akhirnya banyak yang bisa dikerjakan jadi terlewat.

Malam ini, saya menemukan sebuah kalimat bijak yang pernah saya catat diantara tumpukan file saya. Kalimat yang mampu menyederhanakan semua keinginan untuk berbaris rapi menunggu dieksekusi.

“Mulailah dengan  melakukan apa yg PERLU, lalu apa yang BISA, & tanpa disadari kita sedang melakukan hal yang LUAR BIASA” (Mira Lesmana)

Saat Premier Film "Sang Pemimpi" . Thanks inspirasinya , Mbak .. =)

Read More

Wisata Buku Ke Rumah Buku

“..Nama Rumah Buku adalah sebuah konsep dimana orang bisa membaca seperti dirumahnya sendiri..” (Ariani Darmawan,19 November 2006).

***

Kalau harus menyebut tempat wisata kuliner di Bandung, mungkin saya akan menyebutkan banyak tempat. Tapi kalau ditanya wisata buku di Bandung, saya akan langsung menyebut Rumah Buku!

Menyebut namanya saja, tiba-tiba saya bisa merasakan suasana kedamaian dan ketenangan yang tercipta dari Rumah Buku. Kemewahan yang dimiliki oleh Rumah Buku adalah karena ia begitu menghormati buku dan pembacanya setinggi-tingginya hingga ia membuat siapapun yang datang serasa lupa diri.

Rumah Buku yang bangunannya bergaya kolonial itu berlokasi di Jalan Hegarmanah No. 52 Bandung. Salah satu kawasan favorit saya karena masih terasa kental dengan suasana Bandung Tempo Dulu. Sepanjang jalan menuju Rumah Buku kita akan dibuai dengan suasana segar karena masih banyak pohon Pinus dan pohon-pohon besar yang membuat teduh mata dan hati. Diatas tanah seluas 150m2 Rumah Buku benar-benar menjadi sebuah tempat yang sangat nyaman untuk bermanja bersama buku, menonton film, atau sekedar duduk termangu menatap rumput basah dihalaman belakangnya. Begitu masuk ruang tengah seluas 5 x 8 meter  tempat utama membaca dan menempatkan koleksi buku Rumah Buku, maka saya jamin siapapun akan langsung merasakan aura keramahan dan kenyamanan sebuah rumah.

Sang pemilik, Ariani Darmawan atau biasa dipanggil Rani adalah seorang pecinta buku dan sineas muda. Bagi saya, Rani bukan hanya pecinta, tapi penggila buku. Rumah Buku yang konsep awalnya adalah sebuah perpustakaan merupakan rumah keluarga Rani yang tidak lagi dijadikan hunian, tapi juga tidak berniat untuk dijual. Karena itu Rani memanfaatkan keberadaan rumah milik keluarganya itu untuk menyimpan koleksi buku-bukunya dengan apik.

Ide awal Rumah Buku yang berdiri pada tanggal 29 Maret 2003 lalu itu bermula ketika Rani sekolah di Amerika. Kala itu ia melihat toko-toko buku bekas di mana orang bisa menghabiskan banyak waktu berjam-jam dengan tenang dan nyaman. Sepulangnya dari Amerika, Rani berpikir bahwa hal seperti itu belum ada di Indonesia, karena menurutnya di Indonesia lebih banyak tersedia buku baru.

“orang-orang di sini hanya selalu beli buku baru, sedangkan buku-buku referensi yang kebanyakan masih di impor dari luar negeri. Itu pun harganya masih relatif mahal. Saya punya impian, kenapa nggak ada rempat semacam ini di sini?” cerita Rani.

Buku Bekas & Langka yang bisa dibeli (Foto: doc pribadi)

Berburu ke pasar loak barangkali bisa jadi pilihan. Namun hal itu tidak selalu menyenangkan. Sumpek dan riuhnya pasar loak belum kewaspadaan ekstra ketat akan copet membuat orang menjadi malas dan semakin menjauhkan minat kepada buku.

Awalnya, buku-buku yang ada di Rumah Buku kebanyakan koleksi pribadi dan buku-buku yang hanya disuka Rani saja, seperti seni dan arsitektur. Sesuai dengan latar belakang sekolah Rani di Amerika yang mengambil master of Art, sedangkan di Bandung ia pernah kuliah di jurusan Arsitektur.

Tempat saya berlatih menulis ( Foto : doc pribadi)

Di tahun 2006, koleksi buku di Rumah Buku lebih dari 2000 judul dari berbagai jenis buku, mulai dari sastra, sosiologi, antropologi, budaya, filsafat, arsitektur, sampai buku anak. Koleksi buku-buku itu adalah untuk dibaca ditempat, disewakan termasuk juga yang dijual. Untuk buku-buku koleksi pribadi Rani tidak menjualnya, melainkan disewakan. Harga sewanya sangat ramah, untuk buku lokal antara Rp. 1500- Rp. 2000, dan buku-buku luar negeri, misalnya sastra asing yang kebanyakan didapatnya dalam kondisi bekas Rani menyewakan dengan harga berkisar antara Rp. 5000 – Rp. 5500,-. Batas peminjaman buku, masing-masing judul sebanyak dua minggu. Lebih dari itu bisa waktu peminjaman diperpanjang satu sampai dua minggu lagi.

Koleksi yang terus bertambah (Foto: doc pribadi)

Dari koleksi awal yang hanya berjumlah 400 judul, saat ini koleksi Rumah Buku sudah mengalami perkembangan judul buku yang dikembangkan dari genre yang sudah ada. Berkembangnya jumlah buku dan majalah yang diterbitkan saat ini, membuat Rani harus selektif untuk memilih buku. Dan Rumah Buku tetap konsisten untuk menyediakan referensi juga buku-buku langka yang jarang bisa didapatkan atau bahkan tidak ada di toko buku alternatif lain di Bandung. Dan Rani berusaha terus menambah koleksinya dengan berburu buku-buku bekas di berbagai tempat baik didalam maupun luar negeri sejak tahun 2001.

Home Theatre (Foto: doc pribadi)

Untuk para penggemar film, Rumah Buku merupakan surga film dimana banyak film-film langka dan sutradara  untuk dikonsumsi di tempat maupun disewa kerumah. Bahkan khusus untuk film, ada ruangan tersendiri untuk menonton. Ruangan seluas 2,5 x 3 meter yang ditata seperti ruang keluarga dengan sofa-sofa nyaman, televisi sebesar 29 inch, dan audio yang mumpuni, menjadi sebuah pilihan untuk menonton film . Semua serasa dirumah sendiri.

Koleksi Film Rumah Buku (Foto: doc pribadi)

Sebagai pecinta buku, Rani sepertinya memang tahu benar bagaimana memanjakan seorang pembaca buku. Di dalam ruangan, buku-buku tertata di rak berangka batako dan kayu albasiah. Tata ruang dan pencahayaan terasa padu. Semua memiliki sentuhan artistik. Rani mengungkapkan bahwa apa yang ada di Rumah Buku saat ini sebenarnya adalah pengembangan dari apa yang sudah dimilikinya. Namun karena diberikan sentuhan desain yang spesifik dan sesuai dengan kebutuhannya, jadilah Rumah Buku sebagai sebuah bangunan yang sempurna sebagai sebuah perpustakaan dan toko buku.

Inspirasi rak buku di kosan saya dulu berasal dari sini (Foto: doc pribadi)

Rumah Buku dibuat sedemikian rupa sebagai tempat yang nyaman dan membuat orang tidak terintimidasi dengan buku. Lewat sentuhan tangan dinginnya, Rani seolah ingin menyampaikan bahwa buku tidak selalu identik dengan perpustakaan yang dingin dan kaku.

Kalau dirumah ada suguhan, maka demikian juga dengan Rumah Buku. Teh atau kopi, pilih sendiri. Rumah Buku menyediakan minuman teh, kopi, gula serta air panas dalam termos, dan beberapa gelas yang siap pakai bagi para pengunjungnya untuk meracik sendiri

Kopi & Teh..Teman baca ((Foto: doc pribadi)

minuman di sela membaca. Semua itu diberikan secara gratis sebagai sebuah layanan “rumahan” ala Rumah Buku kepada para pengunjungnya.

Rumah Buku benar-benar membuat saya selalu histeria dengan rasa iri, ingin sekali suatu saat punya tempat seperti ini. Tempat ini bisa menjadi rujukan bagi siapa pun yang ingin mengetahui tentang sastra, filsafat, sampai ensiklopedia Indonesia. Itulah yang membuat saya merekomendasikan Rumah Buku menjadi tempat pilihan sebagai ‘wisata buku’ di kota Bandung.

Menikmati buku dengan khusyuk (Foto: doc pribadi)

Baca, beli buku bekas, cari referensi, bertemu buku langka, nonton film, menikmati secangkir teh atau kopi , atau hanya sekedar duduk bengong dihalaman belakang seperti yang dulu sering saya lakukan, terserah..  di Rumah Buku, Inspirasi seperti betebaran dimana-mana. Bahkan sekedar duduk diam pun, rasanya ia akan menghampiri dan membuat kita tersenyum..  =)

Tempat yang selalu membuat saya kangen kesini (Foto: doc pribadi)

 

**Terima Kasih untuk Cik Rani & Rumah Buku atas keramahannya sehingga membuat skripsi saya selesai.. Bahkan, ditempat inilah saya memberanikan diri untuk menulis sebuah cikal bakal draft buku, 9 Matahari =)

Read More